Pantai Pahawang

Terletak di selatan Lampung, tepatnya di Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pasawaran, pulau Pahawang Besar dan Pahawang Kecil mecakup luas wilayah 1.084 hektar dengan jumlah penduduk 1. 533 jiwa atau 427 kepala keluarga yang tersebar di enam dusun, yakni Suakbuah, Penggetahan, Jeralangan, Kalangan, Pahawang dan Cukuhnyai. Untuk mencapai pulau ini cukup mudah, apabila berangkat dari pelabuhan Bakauheni perjalanan dilanjutkan menuju kota Bandar Lampung lalu menyusuri rute Lempasing-Mutun-Hanura dan berujung di dermaga Ketapang, kecamatan Padang Cermin, kabupaten Pasawaran.

Dari dermaga Ketapang, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa perahu nelayan. Dibutuhkan kurang lebih satu jam untuk mencapai Pulau Pahawang Besar. Selain Pulau Pahawang Besar pulau-pulau lain yang dapat disambangi adalah Pulau Pahawang Kecil, Pulau Gosong dan Pulau Kelagian bahkan sampai ke Tanjung putus. Pengunjung dapat menyewa perahu/kapal kecil, sedang atau besar, untuk menyeberang ke berkeliling pulau-pulau di sana dengan biaya mulai dari Rp500.000 per hari untuk kapasitas penumpang 15 orang atau kapal lebih besar dengan biaya sewa lebih tinggi.

Pulau Pahawang Kecil dapat ditempuh kurang lebih sekitar sepuluh menit dari Pulau Pahawang Besar. Pada saat kondisi air laut surut, pulau Pahawang Besar akan terhubung dengan Pulau Pahawang Kecil. Air lautnya jernih dan hangat pada siang hari, pasir putihnya terlihat kontras dengan warna hijau dari pohon-pohon sekitarnya.
Pada saat mendarat di Pulau Kelagian, butir-butir pasir putih halus serta air yang benar-benar jernih segera menyambut. Suasana nyaman serta tenang pun langsung terasa untuk bersantai atau untuk berenang.

Disebut Tanjung Putus karena dahulunya menyatu dengan daratan. Ujung daratan terputus akibat proses erosi membentuk pulau yang hanya dipisahkan beberapa meter saja. Selat kecil yang memisahkan pulau tersebut kemudian digunakan penduduk untuk budidaya ikan laut dalam keramba, dikarenakan arus dan ombaknya yang tenang. Di Tanjung Putus ini, wisaatawan akan disuguhi atraksi ikan-ikan yang akan muncul ke permukaan di bawah salah satu dermaga bila ditaburi remahan roti.
Kebanyakan para pengunjung menginap di penginapan Pulau Pahawang Besar karena di pulau tersebutlah sebagian besar penduduk setempat tinggal. Kawasan Pulau Pahawang sendiri sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandarlampung, sehingga bila tidak ingin menginap di Pahawang Besar, para wisatawan bisa menjelajahi pulau-pulau tersebut dari pagi dan kembali pada sore/malamnya.

Pesona wisata bahari di pulau-pulau ini umumnya berpantai landai dan panjang dengan pasir putih dipadu dengan pemandangan alam perbukitan serta aktivitas nelayan dan warga di sekitarnya. Sementara pemandangan bawah airnya keragaman hayati coral nya terdiri dari hard coral dengan berbagai macam bentuk seperti table coral dan brain-shaped coral. Sejumlah ikan hias yang bisa dilihat wisatawan saat menyelam dan melakukan snorkeling, termasuk ikan badut dan anemon ungu yang berkeliaran atau bersembunyi di sekitar terumbu karang. Ubur-ubur jeli (jellyfish) yang berukuran kecil tampak memenuhi dan kerap menempel di badan sehingga menimbulkan rasa gatal.
Perjalanan di kepulauan yang tidak kalah menarik dari wisata bahari lainnya di Indonesia ini akan terasa lengkap dengan pemandangan matahari terbenam yang indah tentunya akan menjadi salah satu pengalaman berarti bagi para pengunjungnya. (Sri)

  • 04 December 2016 | 23 : 48 : 52
    :

  • 02 January 2017 | 20 : 02 : 39
    :

  • 03 January 2017 | 05 : 24 : 10
    :

  • 04 January 2017 | 16 : 59 : 41
    :

  • 04 January 2017 | 23 : 30 : 36
    :

  • 05 January 2017 | 05 : 07 : 17
    :

  • 16 July 2017 | 03 : 31 : 36
    :

  • 30 July 2017 | 20 : 04 : 59
    :

  • 14 August 2017 | 08 : 12 : 44
    :

  • 28 August 2017 | 21 : 04 : 36
    :

  • 12 September 2017 | 10 : 15 : 39
    :

  • 20 September 2017 | 08 : 51 : 30
    :

  • 27 September 2017 | 04 : 34 : 46
    :

  • 12 October 2017 | 02 : 06 : 14
    :

  • 28 October 2017 | 20 : 48 : 32
    :

Tingglkan Komentar disini